Beberapa minggu tenggelam dalam kesibukan membuat kami tidak sempat meng-update mataponsel. Tidak hanya itu, pergi berjalan-jalan pun nyaris tidak pernah. Akibatnya, tidak ada bahan untuk diangkat ke mataponsel. Nah, dalam sebuah kesempatan minggu kemarin, ketika saya pergi ke Mr Max–sebuah jaringan toko retail murah di Jepang, ada sesuatu yang baru yang menarik perhatian saya. Barangkali di negara lain, atau wilayah lain di Jepang, itu bukan hal baru. Tetapi di wilayah saya itu pertama kali. Apa itu?
Itu adalah kasir swalayan. Bukan, itu maksudnya bukan seorang petugas kasir dari sebuah swalayan semacam Giant atau Hypermart di Indonesia. Itu adalah mesin kasir swalayan, seperti yang tampak pada foto di bawah ini.
Dengan mesin kasir swalayan tersebut, pelanggan menghitung sendiri barang belanjaanya dengan jalan memindai kode bar pada barang belanjanya. Satu per satu. Saya perhatikan banyak pelanggan dengan keluarga, terutama anak-anak meminati mesin ini. Saya kira ini juga salah satu strategi toko yang sudah terkenal akan kemurahan barangnya ini untuk menjaga agar pelanggannya tetap datang. Sambil berbelanja, mereka bisa terhibur dengan menghitung sendiri barang belanjaannya. Ya, saya kira memang mesin ini memancing rasa ingin tahu bagi siapa saja untuk mencobanya.
Saya perhatikan ada dua cara pembayaran kalau menggunakan mesin kasir swalayan ini. Setelah memindai seluruh barang belanjaan kita tanpa kecuali, kita bisa menekan tombol proses pada layar sentuh. Nah, setelah itu, akan muncul pilihan pembayaran: tunai atau dengan kartu kredit. Jika tunai, kita bisa memasukkan uang kertas dan koin juga ke dalam tempat yang sudah disediakan. Lalu, setelah ditekan tombol pembayaran, akan muncul uang kembalian secara otomatis. Jika memilih dengan kartu kredit, kita harus menggesek kartu kredit pada tempat yang sudah disediakan.
Ada satu hal yang membuat saya merasa bahwa mesin kasir ini mungkin sulit diterapkan di negara lain, tak terkecuali negeri tercinta Indonesia, karena penggunaan mesin betul-betul mengasumsikan bahwa semua pelanggan jujur. Mereka jujur untuk memindai seluruh barang belanjaan mereka. Saya kira mungkin memang ada sistem sekuriti yang diterapkan, namun bagaimana pun juga agak sulit menerapkannya di luar Jepang karena di Jepang kepercayaan dan kejujuran adalah sebuah keniscayaan di dalam masyarakatnya.
___________________________________________________________
(mataponsel–image captured by iPhone 3Gs with 2 MP built-in camera)










