Helm Super Made in Indonesia

helm-100001

Rasanya pantas juga meminjam salah satu slogan dagang kota Jogja yakni “Neverending Asia” untuk kota Jakarta dan penduduknya. Kalau dalam posting sebelumnya saya mengungkap kreativitas pengendara kendaraan bermotor di Jakarta dan sekitarnya, sekarang saya menyoroti hal yang sepertinya sama pada pedagang asongannya. Mudah-mudahan foto di atas cukup jelas dan mudah-mudahan Anda juga tidak menderita katarak. Anda betul sekali jika menebak pedagang kaki lima yang berjualan helm. Saya seharusnya berdiskusi dulu dengan Totok perihal mana yang baku, ‘helm’ atau ‘helmet’. Untuk sementara kita pakai helm saja ya?

Yang mungkin membuat Anda takjub dan mungkin setengah tidak percaya adalah harganya. Yap, harga yang dibanderol untuk setiap helm cuma Rp 10.000 alias ce ban. Fantastis bukan? Saya sendiri, yang belum pernah mengamati lebih cermat serta memegang helm seperti itu, hampir-hampir tidak percaya. Pertanyaan dalam hati saya adalah: berapa ongkos produksinya ya?

Di zaman serba sulit seperti ini memang sukar, kalau tidak bisa disebut mustahil, memahami fenomena-fenomena yang ajaib seperti ini. Saat orang terpaksa memakai ulang tas plastik kresek, bukan lantaran sudah sadar lingkungan tetapi karena lambat laun harga bijih plastik yang naik terus, memang sulit memahami harga jual helm itu. Tambahan lagi jika memakai latar definisi fungsi helm yang saya kutip dari sebuah kamus yakni: ”a hard or padded protective hat, various types of which are worn by soldiers, police officers, firefighters, motorcyclists, athletes, and others”. Rasanya, harga Rp10.000 untuk sebuah pelindung kepala itu semakin ajaib saja. Syukur saya tak perlu menunggu lama untuk mendapatkan jawabannya.

Beberapa hari lalu, ketika melintas dengan Spark kesayangan, saya melihat sesuatu teronggok di ‘separator’ (Tok, istilah ini sudah banyak dipakai pegawai dinas tata kota, lho!) jalan. Setelah saya amati ternyata benda tersebut adalah helm Rp10.000 yang ajaib itu! Dalam kondisi pecah berantakan, memang sulit menerka benda apa itu awalnya. Kelihatan sekali ketebalan plastiknya hanya berbeda tipis dengan plastik botol kemasan air mineral. Tampak pula tidak ada bantalan dalam yang melindungi bagian dalam helm.

Tiga hari kemudian setelah kejadian itu, saya sempat melihat lagi benda yang sama hanya beda warna, juga dalam kondisi yang hampir serupa. Juga di beberapa hari berikutnya. Sontak kekaguman saya berubah jadi sebal. Buat saya keselamatan berkendara itu sangat penting dan tidak bisa dikompromikan, karena nyawa taruhannya. Buat saya kreativitas harga jual yang ditawarkan pedagang helm kaki lima itu benar-benar kreativitas yang, mohon maaf, bodoh. Dan memang semestinya dari awal sudah saya tulis judul yang lebih tepat untuk artikel ini: Helm Super Konyol Made in Indonesia!


(mataponsel–image captured by Nokia 7610 with 1 MP built-in camera)

Advertisements

Author: Tahmid Firdaus

Just a regular guy, trying to reveal the multi-layered secrets of life lying scattered before his paths. A simple guy who learns to write and writes to learn.

4 thoughts on “Helm Super Made in Indonesia”

  1. Sayang saya belum sempat mengecek buatan mana helm itu. Mungkin untuk sementara anggap saja judul artikelnya saya ganti dengan “Helm Super Konyol Sold in Indonesia”, ya?
    Thanks for dropping by, Kim!

  2. Lho blakangan ini bukannya ada peraturan helm standar yang harus digunakan ketika berkendara? Klo ga pake helm ybs ditilang ktanya.. Tapi trus pemakai helm seharga 4 juta ngambek krn juga kna tilang… Lucu juga, klo yang pake helm seharga 10,000 and 4 juta sama2 ditilang..

  3. hehehehe….Nduzzz, gue langsung ngakak saat terakhir elo tulis “Helm Super Konyol Made In Indonesia”, iya nih..kek nya kebanyakan ‘Wong Cilik’ di Negeri Tercinta ini memandang ‘Kehidupan’ itu sesuatu yang simple banget…hingga hanya ‘Pantas’ dihargai dengan Rp. 10.000,- tidak lebih.

    Kalau kita ‘Ngerti’ ama ‘Nilai yang tak terhingga’ dari ciptaan-NYA, yaitu ‘Kepala’ kita yang merupakan ‘Inti’ dari pusat segala syaraf yg menggerakkan seluruh ‘Fungsi Kehidupan’ …..bener2 nggak bisa ‘nyambung’ sama nilai Rp. 10.000,- berbanding dengan ‘Unlimited Value’ dari our head.

    Tapi kan yang namanya ‘Kehidupan’ itu mempunyai ‘Pilihan’ dari para pelakunya.
    – Yang mau mati konyol dengan helm Cebanan…yo wiss…
    – Yang mau selamat lahir bathin..pilih yang mahal dengan kesadaran kantongnya bakal ‘terkuras’ dalam2, hehehe….

    Yah…Life is simple for ordinary people…

    Happy b’day Nduzzz, seneng sudah baca tulisan elo.
    Kek nya gue boleh gabung nggak buat sumbang artikel berdasar jepretan ‘mataponsel’ gue…?

    Tapi gue kuatir tulisan gue yg rada ‘caur’ bikin ‘Blog kamu ber2’ kacau balau, hihihihi….

    Yasud…gue balik ke ‘Gubuk Derita’ gue aja, yang sudah lama ‘berdiri’ tapi jarang gue ‘datangi’ (tulis-pen), mudah2an setelah gue lihat ‘Your Mansion’ here….gue tergugah….ceileeee…tuk nempatin dan menghias ‘Gubuk Derita’ku dengan cara yang lebih baik, hiks…hiks….

    Thanks bro Nduzzz dan bro Totok…yang udah ‘menginspirasi’ gue…hiks….hihihihi…(teteup..cenge-ngesan mode on!)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s