Negeri Super Kreatif

BisDaun

Kali ini saya ingin menunjukkan, mungkin lebih tepat membuktikan, bahwa orang Indonesia memiliki kreativitas yang tinggi. Buat mereka, para pengendara mobil dan motor yang tinggal di Jakarta dan sekitarnya, foto di atas pasti bukan hal yang aneh lagi. Buat yang belum tahu, daun-daun yang nemplok di buntut metromini di gambar ini bisa jadi dianggap dahan pohon yang tidak sengaja tersangkut bumper. Tapi mereka pasti bingung setelah melihat bajaj, angkot, mikrolet bahkan bus Patas yang besar juga tersangkut dahan seperti itu!

Seperti kata pepatah “Tak ada akar.. Ram Punjabi, eh, rotan pun jadi”, dahan pohon pun jadi bukti keunikan kreatifitas orang Jakarta (baca: Indonesia). Mereka menggunakan dahan ini sebagai pengganti ‘segitiga pengaman’ yang seharusnya dipakai untuk memberi tanda peringatan kepada pengendara lain bahwa kendaraan kita mengalami masalah. Mungkin istilahnya kerennya adalah safety branch. Anda mungkin bertanya-tanya apa yang kreatif dari tindakan yang tampaknya sudah jadi kebiasaan ini.

Saya beritahu mau kan?

Praktis: Memakai ranting pohon seperti ini tentunya sangat praktis. Anda tak perlu repot-repot  memeriksa kelengkapan berkendara, apalagi untuk mereka yang punya sakit lupa.  Tinggal menepi untuk memetik dahan dan sangkutkan di bumper. Kalau perlu di depan dan belakang mobil supaya lebih aman.

Membantu Pemerintah: Instansi yang seharusnya berterimakasih dengan kebiasaan ini idealnya adalah Dinas Pertamanan. Mengapa? Karena mereka tak perlu repot-repot mengirim tukang kebunnya memotong dahan atau ranting pohon. Biasanya, dahan yang dipakai untuk segitiga pengaman adalah dahan yang rendah dan mudah dijangkau. Artinya dahan ini bisa jadi mengganggu baik pengendara atau pejalan kaki. Iya kan?

Potensi Ekspor: Yang ini tergantung kejelian kita (juga pemerintah tentunya!) untuk mematenkan penemuan ini. Saya khawatir kita keduluan ‘tetangga’ kita lagi yang lebih sigap soal ‘paten-memateni’ (saya rasa kata ‘memateni’ di sini lebih tepat tinimbang ‘mematenkan’, karena ujung dari pematenan sebuah produk atau temuan bisa berakhir dengan musnahnya periuk nasi seseorang atau juga suatu bangsa). Kekhawatiran saya sangat beralasan. Jika ‘tetangga’ kita melihat temuan kita ini, lalu mematenkannya dan membuat produk masal dalam bentuk ranting plastik dalam berbagai jenis pohon, misalnya daun akasia (Acacia pycnantha), daun angsana (Pterocarpus indicus), daun cemara (Pinus pinaster), dsb. Agar tidak dituding maling, mereka akan menjualnya sebagai aksesori kendaraan serbaguna. Di dalam mobil bisa jadi hiasan, di bumper mobil bisa jadi, itu tadi, safety branch! Menurut saya, negara-negara dimana program penghijauan sedang digalakkan atau negara yang minim pohon pasti tertarik dengan produk ini.

Ayo, siapa yang mau mematenkan temuan bangsa ini?


(mataponsel–image captured by iPhone 3G with 2 MP built-in camera)

Advertisements

Author: Tahmid Firdaus

Just a regular guy, trying to reveal the multi-layered secrets of life lying scattered before his paths. A simple guy who learns to write and writes to learn.

1 thought on “Negeri Super Kreatif”

  1. Ini beneran buat gantiin segitiga pengaman? duileh… knapa ga pake pengaman beneran aja sekalian! tuh dijual di apotek terdekat!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s