Ada paus di atas meja!

kujira

Sejatinya saya adalah orang yang bersimpati kepada organisasi international Stop Whaling yang berinduk kepada International Fund for Aniwal Welfare (IFAW). Namun, ketika saya pergi ke sebuah restoran kaitenzushi (sushi putar) di dekat rumah saya pertengahan tahun lalu, saya tergelitik ketika melihat ada kujira-sushi di dalam deretan makanan di ban berputar. Dalam foto yang saya muatnaikkan di dalam kiriman ini, terlihat gambar sushi paus yang saya maksud. Sayangnya, karena diambil di dalam ruangan dengan lampu temaram, hasilnya tidak begitu jelas.

Apa itu kujira-sushi? Kujira dalam bahasa Jepang adalah ‘paus’. Jadi, kujira-sushi adalah sushi paus. Harganya cukup mahal untuk ukuran sushi, namun karena ingin memotretnya secara dekat, terpaksa saya harus mengambilnya satu. Tidak mungkin saya memotretnya langsung di ban berjalan karena akan menarik perhatian.

Daging paus itu ternyata berwarna merah tua. Rasanya tidak begitu enak menurut saya. Mungkin, karena sebenarnya saya pecinta paus dan mammalia laut lainnya, langsung ilteis (ilang taste) ketika mau mencicipinya. Meskipun seratnya tidak kasar seperti daging maguro, rasanya agak amis dan aneh. Mungkin ini akan jadi pengalaman saya yang pertama dan terakhir untuk mencicipi sushi atau shasimi paus.
Lepas dari itu, konsumsi paus di Jepang ternyata tidak melulu untuk industri kosmetik, obat-obatan, atau makanan suplemen, melainkan juga konsumsi makanan sehari-hari. Meskipun sulit menemukan daging paus di bagian lain di Jepang, di Shizuoka ternyata daging paus lebih mudah dijumpai. Shizuoka memang terkenal sebagai pusat penangkapan, penangkaran, dan penelitian ikan di Jepang Timur. Tak heran jika ada pelbagai jenis hasil laut yang dapat mudah dijumpai di wilayah ini. Salah satunya adalah daging paus.
Di Shizuoka, daging paus biasanya diolah menjadi pelbagai hidangan, misalnya sashimi (kujira tataki), sushi paus, paus goreng (kujira karaage), salada paus (kujira salad), dan lain-lain. Di Shizuoka, daging paus tidak hanya dapat dijumpai di restoran sushi atau sashimi, tetapi juga dapat dibeli langsung di supermarket.


 (mataponsel–image captured by Nokia N73 with 3.15 MP built-in camera and Carl Zeiss optical lens)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s