Robin Hood dari Jepang?

Tanggal ini, setahun silam, posting pertama mataponsel saya muatnaikkan ke dalam web. Sejak itu, sudah berpuluh-puluh kali posting dimuatnaikkan ke dalam blog ini. Pada dua minggu pertama, hampir tiap hari kami muatnaikkan tulisan secara bergantian di antara saya dan rekan saya. Setelah itu, kami sepakati untuk melakukan pemuatan tulisan minimal satu minggu satu kali. Sayangnya, dalam beberapa bulan terakhir, kesibukan studi saya yang nyaris menyita seluruh waktu saya membuat mataponsel hanya bisa aktif sebulan sekali; itu pun karena tandem saya, Dauz, juga belum bisa aktif kembali memuatkan tulisannya yang humanis.

Dalam posting kali ini, untuk memperingati satu tahun mataponsel, saya ingin mengetengahkan kisah tentang Robin Hood dari Jepang. Saya tergelitik untuk menuliskannya karena ketika melintasi sebuah sisi pusat keramaian “dunia lama” Tokyo, Asakusa, mata saya tertumbuk kepada patung manusia mengenakan penutup muka mengendap-endap di atap sebuah toko seperti yang tampak pada foto di bawah ini. Ketika saya tanyakan kepada teman Jepang, ternyata itu seorang tokoh terkenal yang pernah hidup pada abad ke-19. Namanya Jirokichi Nezumi-Kozo atau Jirokichi si Pengerat.

01112008Nezumi-kozo (1797–1832) hidup pada masa Edo atau kira-kira sebelum masa Meiji. Pada masa karirnya sepanjang 15 tahun sebagai pencuri, Nezumi-kozo telah mencuri lebih daripada 30.000 ryo. Ryo (両) adalah keping emas sebagai mata uang pada masa sebelum Meiji. Pada masa itu, satu keping ryo dapat menghidupi keluarga biasa untuk masa setahun dan barangsiapa yang mencuri 10 ryo bisa dikenai hukuman mati.

Nezumi bekerja sebagai buruh biasa dan relawan pada brigade pemadam kebakaran Edo (Tokyo sekarang). Namun, Nezumi memiliki kehidupan yang misterius. Pada tahun 1822, dia pernah ditangkap dan ditandai dengan tato sebagaimana biasanya pelaku kriminal pada masa itu. Namun, itu tidak menghentikan kegiatannya sebagai pencuri karena dia berhasil lolos dan meneruskan kegiatannya. Akhirnya, pada usia 36, dia tertangkap kembali oleh polisi dan kali ini dia tidak dapat lolos. Nezumi-kozo diikat dan diarak dengan kuda di hadapan publik di Edo sebelum kemudian dipenggal kepalanya. Kepalanya lalu dipertunjukkan kepada umum.

Setelah kematiannya, Nezumi-kozo meninggalkan kisah legendanya sebagai pencuri budiman selayaknya Robin Hood of Sherwood. Semasa karirnya sebagai pencuri Nezumi-kozo telah membobol rumah penduduk kaya di lebih dari 100 wilayah samurai. Kisah legendanya sebagai pencuri budiman telah diangkat ke dalam cerita kabuki, novel, film layar lebar, bahkan ke dalam game. Meskipun demikian, para ahli sejarah modern umumnya percaya bahwa, meskipun hanya mencuri uang kaum kaya, Nezumi-kozo telah menghabiskan uang untuk berfoya-foya dengan wanita dan minuman keras ketimbang membantu orang-orang miskin. Entahlah mana yang benar. Yang jelas, tiap negara atau tiap bangsa tentunya memiliki kisah-kisah sendiri mengenai pencuri budiman.


 (mataponsel–image captured by Nokia N73 with 3.15 MP built-in camera and Carl Zeiss optical lens)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s