Jangan buang buku Anda, tetapi juallah

Jika Anda bosan dengan komik atau buku Anda, jangan buang. Berikan kepada mereka yang membutuhkan. Tentu saja, kita bisa menyerahkan buku atau komik itu secara cuma-cuma, atau menjualnya kepada pedagang buku loak untuk kemudian disampaikan (baca: dijual) kepada mereka yang membutuhkannya. Berurusan dengan pedagang loak, citra yang biasa tertangkap adalah tempat usaha yang kumuh dan juga individu tengkulak yang jauh dari kesan rapi. Namun, hal itu tidak terjadi di Jepang.

Di Jepang, sejak awal tahun 1990-an berdiri sebuah perusahaan perantara yang menjembatani mereka yang ingin menjual buku atau komiknya dan mereka yang ingin mendapatkannya dengan harga yang murah. Perusahaan itu mengunakan nama yang mudah diingat, yakni Book-Off. Bulan Mei 1990 toko pertama Book-Off buka di Sagamihara, Kanagawa, Jepang. Pada tahun 1991, perseroan terbatas Book Off berdiri yang kemudian mengembangkan jaringan toko buku bekas. Kini di bawah pimpinan Hashimoto Mayumi, Book-Off telah membukukan kekayaan kapital senilai 2,5 miliar yen atau senilai dengan 217 miliar rupiah dan mempunyai cabang di Amerika, Kanada, Perancis dan Korea.   

Semula jaringan Book Off hanya menjual dan membeli buku dan komik, namun belakangan juga menjual dan membeli pakaian bekas, kamera, alat elektronik, perkakas rumah tangga, arloji, komputer, alat-alat olahraga, dan lain-lain. Nama toko jaringannya pun menjadi bermacam-macam, seperti Hard-Off, House-Off atau B-Sport. Pada tahun 2000, jaringan Book-Off juga menjual, menyewakan, dan membeli CD, DVD, dan disk game dengan membuka Tsutaya. Bangunan toko jaringan Book-Off biasanya disemaraki dengan warna kombinasi kuning, biru, merah, dan putih. Tulisannya yang besar-besar pun cukup mencolok mata. Tempatnya sangat bersih jauh dari kesan kumuh. Pelayannya berseragam dan masih muda-muda karena kebanyakan mereka adalah mahasiswa yang bekerja sambilan. Jadi, mereka pun sangat jauh dari kesan tak sedap dipandang.  


Meskipun begitu, menjual barang di Book-Off kadang-kadang memang menyakitkan karena dihargai dengan nilai yang cukup rendah. Namun, karena masalah pembuangan sampah di Jepang sangat menyulitkan, kadang-kadang menjual barang ke toko daur ulang seperti Book-Off memang menguntungkan. Dalam beberapa kasus, misalnya membuang laptop, kita mesti merogoh kocek sebesar 5000 yen atau setara dengan 400 ribu rupiah. Dengan pergi ke Book-Off, kadang-kadang kita bisa mendapatkan uang lebih daripada itu. Jadi, mengapa tidak menjualnya? Begitu slogan Book-Off.


(mataponsel–image captured by Nokia N73 with 3.15 MP built-in camera and Carl Zeiss optical lens)

Advertisements

3 thoughts on “Jangan buang buku Anda, tetapi juallah”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s