Berkunjung ke Atap Negeri Sakura (1)

Berkat jasa baik rekan Jepang saya, akhirnya saya berkesempatan berkunjung ke atap negeri samurai. Meskipun sudah sejak sekian tahun lalu saya ingin berkunjung ke Gunung Fuji (富士山) , kunjungan ke gunung yang dikeramatkan oleh masyarakat Jepang itu baru terwujud hari Sabtu minggu lalu. Berbicara mengenai Gunung Fuji, saat datang ke Jepang pertama kali saya kaget juga sewaktu mendengar orang-orang Jepang menggunakan istilah “Fujisan” tinimbang “Fujiyama”. Saya kira sufiks –san pada Fuji-san digunakan untuk menghormati gunung keramat itu; sama seperti –san pada Morishita-san atau Suzuki-san. Ternyata, –san pada Fuji-san bukan honorifiks, melainkan memang cara baca China (音読み) untuk yama ‘gunung’ dalam bahasa Jepang. Jadi, 富士山 cenderung dibaca fu-ji-san daripada fu-ji-ya-ma.

Kini kita kembali ke inti pembicaraan semula, yakni kunjungan ke Gunung Fuji. Secara geografis, Gunung Fuji terletak di antara dua prefektur, yakni Yamanashi dan Shizuoka. Keduanya ada di wilayah yang disebut Jepang Timur. Gunung Fuji dibuka untuk pendakian mulai awal bulan Juli sampai akhir Agustus, namun semuanya bergantung pada cuaca karena sampai awal Juli pun kadang-kadang masih ada salju di sekitar jalur pendakian. Untuk kasus tahun ini, Gunung Fuji dibuka untuk pendakian antara 18 Juli hingga 31 Agustus. Pada musim pendakian, ratusan ribu pendaki menyerbu gunung ini dan sepertiganya adalah orang asing. Pada hari saya mendaki, ada sekitar 10.000 orang yang melakukan pendakian hingga ke Puncak Fuji. Tak heran terjadi kemacetan di jalur pendakian akibat berjejalnya jumlah manusia di sana.

Seperti kebanyakan orang, kami memulai pendakian dari pos kelima (五合目 atau gogome) di Kawaguchiko, Yamanashi. Pos pendakian ini adalah pos yang paling populer digunakan sebagai titik awal pendakian. Posisi Pos ke-5 Kawaguchiko ini berada pada ketinggian 2300 dpl. Sebenarnya masih ada tiga pos kelima lainnya yang tersebar di lereng Gunung Fuji. Ketiga pos tersebut terletak di Prefektur Shizuoka. Untuk mencapai Pos Kelima Kawaguchiko dari Tokyo, kita bisa menggunakan jasa bus ekspres dari Stasiun Shinjuku. Dari pos kelima, kami berangkat pukul satu siang menuju ke tempat peristirahatan di pos kedelapan (八合目) melalui pos keenam dan ketujuh. Dari pos kelima ke pos keenam kami melewati hutan vegetasi yang rindang dan hijau. Perjalanan dari pos kelima ke pos keenam ditempuh dalam waktu sekitar 50 menit. Dari sini, perjalanan yang sesungguhnya ke atap negeri dimulai.


 (mataponsel–image captured by Nokia N73 with 3.15 MP built-in camera and Carl Zeiss optical lens)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s