Menu Makan Siang Hari Ini: Kampachi Kamani

Hari ini saya pikir dampak unjuk rasa para nelayan masih berimbas pada perdagangan dan stok ikan di Jepang. Makanya saya agak ragu-ragu ketika teman saya mengajak pergi makan siang ke sebuah restoran ikan terkenal dekat kampus saya, Marutaka. Namun, ternyata keraguan saya segera sirna ketika melihat restoran yang berlokasi di sebuah rumah bergaya rumah kayu di Amerika Utara itu penuh dengan orang yang makan siang. Kami pun terpaksa harus menunggu sekitar sepuluh sampai lima belas menit.

Dalam posting sebelumnya saya pernah membahas salah satu menu andalan Marutaka, yakni donburi. Kali ini, saya ingin mencicipi masakan ikan lain yang masuk dalam subgenre yakizakana atau ikan bakar. Ada beberapa macam style cara membakar ikan di Jepang. Style yang paling sering dijumpai adalah shioyaki (塩焼き), tenbi (天火), dan kamanieru (釜煮える). Shioyaki tergolong sebagai teknik memasak paling kuno di Jepang. Ikan diasinkan terlebih dulu, dan baru dibakar di atas bara api. Di Jepang, ada pula cara memanggang ikan dengan bara api di atas. Teknik ini disebut dengan nama tenbi. Biasanya untuk tenbi ini ikan diberi bumbu, misalnya miso (味噌) atau ponzu (ポン酢), terlebih dulu selama beberapa jam, baru kemudian dipanggang di bawah bara api, atau di zaman modern ini bisa lakukan di dalam oven. Kemudian, teknik ketiga adalahkamanieru. Teknik ini menggunakan kama (釜) atau kendhil untuk merebus bahan makanan.

Saya tidak begitu suka shioyaki karena teknik membakar yaki (焼き) juga dikenal di Indonesia. Biasanya daging ikan menjadi lebih keras dan kering. Dengan teknik ini, ikan bakar di Indonesia terasa lebih lezat di lidah saya. Hari ini saya juga tidak ingin mencoba ikan dibakar dengan teknik tenbi karena biasanya ikan juga terasa lebih kering. Jadi, saya ingin mencicipi ikan yang dipanggang dengan teknik kamanieru. Sebenarnya tidak cocok jika pada kamanieru digunakan kata dipanggang karena yang lebih cocok sebenarnya adalah direbus. Ikan yang sudah dibumbui dan direndam dalam miso kemudian diletakkan ke dalam kama untuk direbus. Ketika masak, ikan yang matang tidak begitu keras dan disajikan paling tidak dengan sedikit kuah miso. Lihat saja contoh pada gambar di bawah ini. Nama hidangannya adalah Kampachi Kamani. Kampachi adalah bagian kepala ikan. Kamani berasal dari kata kama ‘kendhil’ dan nieru ‘merebus’. Belahan kepala ikan yang sudah dibumbui dengan miso “dipanggang” dengan kendhil. Bagaimana rasanya? Wah, rasanya bisa sampai ke ubun-ubun. Nah, mau coba?


(mataponsel–image captured by Nokia N73 with 3.15 MP built-in camera and Carl Zeiss optical lens)

Advertisements

1 thought on “Menu Makan Siang Hari Ini: Kampachi Kamani”

  1. Hehehehe….hooshi tabetai mo ichido…..baru pertama itu saya rasakan masakan yang sedikit membumi Indonesia…rasanya manis-manis ikan pindang…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s