Bisnis mainan tidak main-main

Dua minggu lamanya saya tidak menyesuaikinikan mataponsel karena belakangan ini saya memang dihinggapi stres nan pelik. Namun, bukan berarti itu menyurutkan semangat saya untuk mengeblog di mataponsel. Kali ini saya ingin bercerita tentang kunjungan saya sekeluarga ke pameran mainan yang bertajuk “International Tokyo Toys Show 2008” di gedung eksibisi terkemuka Tokyo Big Sight di Odaiba, Tokyo. Pameran mainan ini menunjukkan bahwa bisnis mainan bagi Jepang bukanlah sekadar masalah fantasi, tetapi sebuah bisnis yang menjanjikan. Pameran ini dilangsungkan sejak 19 Juni hingga hari ini 22 Juni. Pameran hanya terbuka bagi publik pada akhir pekan 21 dan 22 Juni. Hari-hari lainnya diperuntukkan bagi pengunjung dan peserta bisnis yang ingin bertransaksi atau melakukan investasi. Pameran ini tidak hanya diikuti oleh perusahaan mainan Jepang, tetapi juga oleh perusahaan mainan dari negara lain.

Ini adalah kali kedua saya datang ke pameran ini. Yang selalu membuat saya kagum adalah kemampuan panitia pameran dalam mengelola pengunjung yang dari tahun ke tahun terus membludak. Jumlah pengunjung yang melebihi belasan ribu orang dalam sehari diatur sedemikian rupa arusnya, sehingga tidak terjadi kemacetan dan kemampatan di dalam. Oleh karena itu, tak heran apabila di gerai-gerai produsen mainan terkemuka seperti Bandai, Takara Tomi, Sega, Konami, dan Tamiya, pengunjung harus rela mengantre minimal 30 menit untuk sekadar dapat masuk melihat booth atau ruang pamer mereka. Gerai-gerai tersebut ada yang berada di lantai 1 dan ada pula yang terletak di lantai 4. Di luar gerai tersebut, ada dua buah panggung utama tempat ajang para produsen menampilkan acara andalan mereka. Pada umumnya, di panggung tersebut tiap produsen menampilkan tokoh-tokoh andalan mereka, seperti Pokemon, Geki-Ranger, dan sebagainya. Saya melihat keseriusan orang-orang Jepang dalam menjual mainan ini. Ya, mainan di Jepang memang bukan hanya ditujukan kepada anak-anak, melainkan juga kepada orang-orang dewasa yang mempunyai hobi khusus. Mereka juga sadar bahwa industri mainan Jepang pun berkembang berkat meluasnya pengaruh anime, game, dan komik Jepang ke seluruh penjuru dunia. Jadi, sekali lagi, bisnis mainan ternyata tidak main-main.


(mataponsel–image captured by Nokia N73 with 3.15 MP built-in camera and Carl Zeiss optical lens)

Advertisements

1 thought on “Bisnis mainan tidak main-main”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s