Jangan Merias di dalam Kereta

Ketika dalam perjalanan ke pameran foto di dekat Ichigaya minggu silam, saya dan istri saya tergeli-geli melihat sebuah iklan yang terpampang di beberapa tempat di lorong stasiun jalur subway Hanzomon. Perhatikan foto iklan layanan masyarakat itu di bawah ini.

Barangkali bagi mereka yang tinggal di luar Jepang, mungkin tidak begitu paham dengan imbauan dalam iklan layanan masyarakat di sebelah kiri ini. Bagaimana bisa seorang wanita mematut diri atau berdandan di atas kereta? Ya, kenyataannya memang itulah yang kadang-kadang saya jumpai di dalam perjalanan kereta pagi hari menuju ke arah Tokyo pada hari kerja. Satu dua kali saya berkesempatan melihat seorang wanita memakai bedak, mengoleskan gincu, atau membubuhkan maskara di hadapan penumpang lain di dalam kereta. Tentu saja itu sulit dijumpai di Indonesia, ya ‘kan, Uz? Sayangnya saya belum tahu bagaimana trik untuk mengambil kegiatan tersebut dengan kamera HP untuk kemudian dimuatnaikkan ke mataponsel. Kalau berani memotretnya, saya mungkin akan dilabrak oleh wanita yang bersangkutan.

Dengan alasan manner atau adab, pihak pengelola jaringan subway Metro telah melarang para wanita berdandan di dalam kereta pada jalur-jalur Metro. Ya, barangkali memang tidak nyaman melihat seorang perempuan berdandan di dalam kereta karena di Jepang pun sebenarnya makan dan minum di dalam kereta adalah pamali. Barangkali karena tidak ada waktu untuk berdandan, mereka langsung berangkat setelah cuci muka sebentar, lalu tinggal menyambar tas kosmetik miliknya. Selanjutnya, mereka memanfaatkan momen di dalam kereta–yang rata-rata memang membutuhkan waktu 1 jam–untuk memacak diri. Pernah saya melihat seorang wanita yang seperti habis bangun tidur dan naik kereta. Kemudian, di dalam kereta dia baru menghias diri. Pada saat itu, perasaan saya memang tidak nyaman. Jadi, sedikit banyak saya setuju dengan iklan tersebut: jangan merias di dalam kereta, lakukanlah di rumah.


(mataponsel–image captured by Nokia N73 with 3.15 MP built-in camera and Carl Zeiss optical lens)

Advertisements

2 thoughts on “Jangan Merias di dalam Kereta”

  1. Ya, Rie, menarik sih kalau mau dilihat dari segi gender. Ada juga gerbong khusus wanita di Jepang, ini juga menarik mungkin untuk dikaji dari segi gender.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s