Sulitnya naik turun tangga

Sudah biasa bagi kami yang tinggal di Jepang dan menopangkan diri kepada sarana transportasi kereta listrik naik turun tangga minimal empat kali setiap hari. Jika satu tangga mempunyai 30 anak tangga, itu berarti tiap hari minimal 120 anak tangga kami naiki tiap hari. Jika dihitung dengan pembakaran kalori tiap bergerak dari satu anak tangga ke anak tangga yang lain, bisa dibayangkan betapa efektifnya naik turun tangga itu untuk mengurangi timbunan lemak kita. Kenapa saya tiba-tiba tertarik dengan tangga? Perhatikan foto di bawah ini.

Foto di atas ini bukanlah foto sebuah wahana permainan di sebuah amusement park di Jepang. Foto itu dikirimkan oleh rekan peblog, B. Setyo Sriharjono, yang diambil di Stasiun Gotanda, Meguro, Tokyo. Dalam foto itu, terlihat seorang petugas stasiun sedang mengawasi wahana pengangkut bagi para penyandang cacat atau bayi dan anak-anak balita. Meskipun anak-anak bisa naik, itu bukan mainan.

Dalam posting kali ini saya tidak lagi menyoroti perihal kinerja petugas stasiun. Namun, saya justru menyoroti bahwa mengapa beberapa stasiun di Tokyo, yang notabene kota besar, kok masih ada yang tidak menyediakan eskalator atau lift? Alhasil, para ibu-ibu yang membawa bayi dengan keretanya harus rela mengangkat kereta bayinya sambil menuruni tangga. Itu mudah kalau berat total bayi dan keretanya tidak melebihi 15 kilogram. Kalau melewati ambang batas itu, agak sulit mengangkat kereta berikut bayi di dalamnya menuruni satu demi satu anak tangga; kecuali kalau, tentu saja, ibu si bayi adalah mantan kuli pelabuhan yang biasa mengangkat karung beras seberat 25 kilogram. Mustahil, ‘kan? Oleh sebab itu, dibutuhkan solusi bagi para ibu. Beberapa stasiun di sekitar Tokyo yang tidak mempunyai eskalator atau lift memang menyediakan alat angkut yang dapat membantu para penyandang cacat atau balita menuruni tangga.

Wahana pengangkut itu berupa keranjang metal atau melamin sebagai pengangkut mereka yang berkursi roda atau bayi dengan keretanya. Keranjang itu dipasangkan pada pegangan di tepi tangga. Jadi, wahana itu akan naik turun mengikuti alur pegangan tangan pada tangga. Namun, untuk dapat menikmati wahana pengangkut itu kita harus menghubungi dulu petugas stasiun. Dan kalau stasiunnya kecil, tidak jarang perlu waktu agak lama mencari petugas stasiun karena jumlah petugasnya sedikit. Jadi, kalau tidak terpaksa, memang lebih baik mengangkat kereta bayi menuruni atau menaiki tangga. Dijamin lebih banyak kalori yang terbakar. Mau coba, Uz?


(mataponsel–image captured by Nokia N73 with 3.15 MP built-in camera and Carl Zeiss optical lens)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s