Chintai Mansion

Judul di atas bukan berarti ajakan untuk mencintai mansion, sejenis hunian modern di perkotaan, namun gabungan kata itu memang kerap didengar atau dijumpai di Jepang. Chintai (賃貸) dalam bahasa Jepang berarti ‘sewaan’ sehingga chintai mansion kurang lebih bermakna ‘mansion sewaan’. Mengapa saya mengangkat judul tersebut dalam posting kali ini. Antara lain karena beberapa waktu yang lalu saya mengantarkan teman saya yang sedang mencari tempat tinggal di Jepang. Ketika itulah saya baru tahu betapa sulit dan kompleksnya mencari perumahan di Jepang. Kerumitannya akan bertambah apabila kita orang asing.

Ketika membantu teman saya mencari apato (istilah apartemen di Jepang) untuk menampung keluarganya, saya menemukan banyak hal yang menarik. Karena teman saya mencari apartemen bujet atau yang menghemat kantong, kami mencoba mencari apartemen yang tidak mengenakan tetek bengek tambahan biaya seperti layaknya apartemen atau rumah sewa lainnya di Jepang. Tetek bengek itu adalah tetsukekin (uang tanda jadi)  yang dibayarkan ke perusahaan jasa penyewaan rumah dengan besaran biayanya macam-macam, tetapi paling besar umumnya senilai satu bulan sewa. Kedua, shikikin (deposit) yang berupa uang jaminan kalau nanti ada kerusakan dan lain-lain sewaktu penyewa meninggalkan rumah. Besarnya antara satu hingga dua kali uang sewa bulanan. Ketiga, reikin (uang kunci) yang berupa uang tanda masuk, diberikan kepada pemilik apartemen (oyasan) dan besarnya bisa beberapa kali uang sewa bulanan. Keempat, chukai tesuryo (uang administrasi) yang dibayarkan kepada perusahaan jasa penyewaan untuk pengurusan proses sewa-menyewa. Besarnya biasanya satu kali uang sewa bulanan. Cara ini adalah cara tradisional Jepang yang mungkin sulit diubah.

Jika melihat uraian di atas, untuk pertama kali kita menyewa apartemen di Jepang, kita harus merogoh kocek paling sedikit lima kali uang sewa bulanan dengan perincian, yakni 1 kali uang tanda jadi, 1 kali uang jaminan, 1 kali uang kunci, 1 kali uang administrasi dan 1 kali uang sewa bulan pertama. Jadi, jika sewa bulanannya sekitar 50.000 yen sebulan, kita harus menyiapkan uang minimal sebesar 250.000 yen (setara dengan 22,5 juta rupiah). Oleh karena itu, teman saya berusaha mencari apartemen yang tidak harus membayar 5 kali uang sewa bulan, yakni dengan mencari apartemen yang tanpa uang jaminan dan uang kunci, atau reikin-shikikin zero. Di internet memang cukup banyak tersedia informasi apartemen tanpa uang jaminan dan uang kunci. Namun, ketika mengurusnya lebih lanjut di kantor jasa penyewaan, kadang-kadang segalanya bisa berubah apabila calon penyewa adalah orang asing. Uang jaminan dan uang kunci yang semula diiklankan zero, tiba-tiba diubah 1 kali uang sewa bulanan hanya karena penyewanya adalah orang asing. Ya, menurut sumber dari perusahaan penyewaan, dalam beberapa kasus, penyewa orang asing biasanya tidak mau merawat rumah dan sering sekali mengganggu ketertiban karena sering mengadakan pesta sampai malam di kamar atau apartemen. Jadi, pemilik apartemen sering berkeberatan. Asal tahu saja, jarang sekali orang Jepang mengadakan acara pertemuan di apartemennya kecuali kalau memang apartemennya cukup luas dan memadai. Jadi, bagi orang Jepang, lebih baik bertemu di restoran atau tempat lain apabila ingin bertemu dengan orang lain.

Nah, karena sulitnya proses penyewaan rumah itu, hingga saat ini teman saya belum mendapatkan rumah yang cocok dan murah. Ya, sewa rumah di Jepang sangat mahal. Sebagai contoh rumah di bawah ini, harganya sewanya berkisar antara 110.000 sampai 130.000 yen sebulan; atau senilai 1050 USD per bulan. Jumlah yang tidak sedikit. Karena dengan menghemat uang sewa ini selama dua bulan saja, kita sudah bisa membawa pulang MacBook Pro 2400 15,4 M. Ya, gak, Uz?   


(mataponsel–image captured by Nokia N73 with 3.15 MP built-in camera and Carl Zeiss optical lens)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s