Tumpukan Sampah

Jika melihat foto di bawah ini, kita seolah-olah melihat sampah yang dionggokkan begitu saja di tepi jalan. Namun, jangan salah, tempat itu adalah tempat yang sudah disepakati bersama oleh masyarakat lingkungan tempat tinggal saya dan pemerintah kota sebagai tempat pembuangan sampah khusus daur ulang. Tampak bahwa barang-barang tersebut dikelompok-kelompokkan karena memang cara pendaurulangannya pun berbeda.

sampah1.jpg
Ya, salah satu bagian yang paling sulit dalam hidup di Jepang adalah ketika berurusan dengan masalah pembuangan sampah. Meskipun semuanya bergantung pada pemerintah wilayahnya, peraturan mengenai sampah di Jepang lumayan pelik. Jika Pemerintah DKI Jakarta dahulu, entah sekarang saya tidak tahu, membagi sampah atas dua jenis: sampah organik dan sampah non-organik, rata-rata pemerintah wilayah di Jepang membedakan sampah atas 3 komponen besar: (a) sampah terbakar, (b) sampah tak terbakar, (c) sampah daur ulang. Yang masuk ke dalam kategori (c), jika melihat-lihat tempat sampah di tempat umum, seperti convenience store dan stasiun, adalah botol PET–sejenis botol plastik seperti botol minuman air mineral, kaleng minuman, botol gelas, dan kertas koran.

Salah satu wilayah yang menerapkan secara ketat dalam pembuangan sampah adalah kota Fujisawa, tempat saya tinggal. Di sini kami diberi jadwal pembuangan sampah rumah tangga atau sampah organik (termasuk sampah terbakar) tiap minggu dua kali. Lalu, jadwal pembuangan sampah plastik dan non-organik yang tidak terbakar seminggu sekali. Ditambah lagi, jadwal pembuangan sampah barang-barang buangan, seperti payung, bola lampu, batere, dan lain-lain dua minggu satu kali. Terakhir, ada pula jadwal pembuangan sampah untuk bahan daur ulang, seperti kardus, botol dan kaleng yang tadi sudah saya sebutkan, pakaian, serta majalah atau koran. Ribet memang, namun kita dianggap untuk ikut bertanggung jawab dalam membuang sampah. Jadi, kita pun diajari untuk membantu mengelola sampah karena itu bukan hanya masalah pemerintah dan petugas dinas kebersihan, melainkan juga anggota masyarakat. Nah, jangan buang sampah sembarangan ya!
 


(mataponsel–image captured by Nokia N73 with 3.15 MP built-in camera and Carl Zeiss optical lens)

Advertisements

1 thought on “Tumpukan Sampah”

  1. ada solusi alat pemusnah sampah di :

    ” teknologitpa.blogspot.com ” dan

    ” kenconowunguinofasi pemusnah sampah dlanggu ”

    sudah ada yang membuktikan keefektifan alat dan hasilnya 99% sampah basah maupun kering g pake dipilah2 tinggal bakar tanpa menggunakan bahan bakar jenis apapun sudah habis jadi abu……

    buktikan……

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s