Belajar tentang Kelautan

Sudah seminggu ini mataponsel tidak mengeweb, merasa berdosa juga saya. Belum pernah weblog ini kosong sampai hitungan minggu. Salah satu sebab utama adalah komputer saya kemasukan malware yang membuat internet browser tidak bekerja. Hari ini, setelah komputer saya kembali pulih, saya ingin membicarakan sarana belajar maritim untuk semua umur di Jepang. Kebetulan, seminggu lalu, saya diajak teman saya pergi ke Yokohama Seaparadise yang sebenarnya jauh dari kota Yokohama. Tempat itu adalah taman hiburan dan sekaligus tempat belajar kemaritiman di tepian Teluk Tokyo.

Beberapa tahun silam, ketika saya mengunjungi Aqua Museum di Yokohama Seaparadise, sarana pameran kelautan yang mencakup nyaris semua jenis ikan dan hewan lautnya hanya terpusat pada satu gedung. Kini semua diorama dibagi ke dalam tiga tempat: aqua museum, tempat ikan dan hewan laut dipamerkan serta ada pula atraksi ketangkasan ikan dan hewan laut lainnya; dolphin fantasy, tempat ikan keluarga lumba-lumba dipamerkan; fureai lagoon, ruang terbuka untuk bertemu langsung dengan para hewan laut.

dolfin.jpgNah, yang cukup menarik bagi saya adalah fureai lagoon seperti yang ada pada foto di sebelah kanan ini. Tempat ini cocok untuk mengenalkan biota laut kepada anak-anak. Mereka bisa memegang langsung bintang laut, teripang, kepiting besar, ganggang dan juga ikan laut. Anak-anak dan orang dewasa bisa melihat langsung dan menyentuh keluarga ikan dolfin. Saya sengaja menggunakan dolfin daripada lumba-lumba karena dalam benak orang Indonesia lumba-lumba hanya mengacu pada bottlenose dolphin (Tursiops truncatus) yang berukuran panjang kira-kira hanya 2–4 meter. Padahal dalam keluarga dolphin ada killer whale (Orcinus orca) atau paus pembunuh yang bisa mencapai panjang 8 meter dan berat 6 ton. Juga di dalamnya ada juga pesut mahakam yang di dunia international lebih dikenal dengan nama irrawady dolphin (Orcaella brevirostris). Nah, melalui sarana belajar di luar ruang ini, pengunjung dapat belajar langsung baik dari penjelasan para pemandu, maupun dari memegang, melihat dan bergaul dengan binatang laut. Dalam foto di kanan atas, sang pemandu terlihat sedang menjelaskan kepada pengunjung tentang paus pembunuh sambil memberi makan kepada dua ekor dolfin dari jenis tersebut.

Konsep serupa ini sebenarnya pernah disajikan di Taman Akuarium Air Tawar di TMII meskipun masih dalam skala terbatas. Di sana anak-anak bisa memegang langsung ikan-ikan yang disajikan. Namun, dalam kunjungan terakhir ke Taman Akuarium itu, saya lihat museum “luar biasa untuk ukuran Indonesia” itu sudah mulai kurang terawat. Terutama sejak “sang pembina” TMII turun dari jabatannya pada 1998. Sayang sekali. 


(mataponsel–image captured by Nokia N73 with 3.15 MP built-in camera and Carl Zeiss optical lens)

Advertisements

3 thoughts on “Belajar tentang Kelautan”

  1. Ya, Arya. Kalau enggak datang ke Yokohama SP, mungkin enggak tahu kalau killer whale itu termasuk keluarga dolfin atau lumba-lumba.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s