Green line, apa kabar?

Dalam perjalanan ke Shinagawa tadi siang untuk menemui kerabat yang berdinas ke Tokyo, saya melihat sebuah pengumuman yang mendominasi gerbong tempat saya duduk. Semua iklan di dalam gerbong itu menyampaikan pesan yang sama. Cara beriklan seperti ini memang sering dilakukan di dalam kereta api di Jepang, paling tidak di Tokyo. Kadang-kadang ada tema tertentu yang memberikan sentuhan lain pada sebuah atau beberapa gerbong yang dijadikan sebagai media iklan. Iklan yang saya lihat kali ini, meskipun mendominasi seluruh ruang dalam gerbong, biasa saja dan menyampaikan satu pesan: kereta bawah tanah kotapraja Yokohoma (Yokohama Municipal Subway) akan bertambah satu jalur lagi, yakni green line, pada 30 Maret 2008. Dominannya pamflet iklan berisi pesan tersebut dapat dilihat dalam foto di bawah ini.

19012008.jpg

Karena nama jalur itu green line, saya jadi teringat proyek Jakarta Monorail yang juga akan membangun green line. Nah, sudah lama saya nggak dengar kasak-kusuknya lagi sejak Bang Yos lengser; apa kabarnya, Uz? Mudah-mudahan sih masih terus berjalan karena kota sebesar dan semodern Jakarta memang sudah saatnya memiliki sebuah sarana transportasi umum yang layak. Ketika proyek Jakarta Monorail masih seru-serunya, saya ingat ada sebuah situs web di Seattle yang mencoba membandingkan proyek Seattle Monorail dan Jakarta Monorail: biaya yang dibutuhkan, panjang lintasan, dan laju kemajuan proyek. Namun, sudah lama saya tidak melihat-lihat lagi situs itu.    

Beroperasinya Yokohama Municipal Subway green line akan menambah daftar panjang wahana transportasi dengan rel di wilayah Tokyo dan sekitarnya–untuk mudahnya, kita sebut saja Tokyo Raya (the Greater Tokyo). Saat ini saja, sebelum green line beroperasi, jumlah line atau jalur di Tokyo Raya adalah 100 line; di dalamnya sudah termasuk 10 monorail, 14 subway, dan 1 tram. Sungguh angka yang fantastis. Tidak heran apabila jaringan kereta listrik di kawasan Tokyo Raya merupakan jaringan yang paling rumit di dunia. Nah, bagi mereka yang berwisata ke Tokyo, naik turun kereta sudah merupakan atraksi wisata tersendiri. Ya, kereta, wisata, dan hiburan memang merupakan hal yang tidak terpisahkan di Tokyo.

Kembali ke green line monorel Jakarta , apa kabar?


(mataponsel–image captured by Nokia N73 with 3.15 MP built-in camera and Carl Zeiss optical lens)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s