Menu makan siang hari ini: Donburi

Tidak jauh dari kampus saya di Fujisawa ada sebuah restoran ikan cukup terkenal di kalangan orang-orang Jepang di sekitar sana. Memang, rasa dan juga porsi ikannya luar biasa memuaskan, tentu saja bagi mereka yang suka makan namasakana alias ikan mentah. Namun, jangan takut, bagi mereka yang tidak suka ikan mentah, bisa juga memesan ikan bakar atau goreng kok. Karena 100% menunya ikan, restoran ini cukup aman bagi mereka dari kalangan muslim.

Restoran di pinggir jalan itu bernama Marutaka.  Melihat porsinya, jika dibandingkan dengan restoran atau toko lain, harga di Marutaka cukup murah. Hanya saja saya sarankan kepada mereka yang mau mencoba makan di sana agar datang pada siang hari karena menu makan siang 40% lebih murah daripada menu dinner. Kelihatannya, restoran ini dikelola oleh keluarga karena suasana kekeluargaannya sangat kuat.

Tiap kali saya berkunjung ke Marutaka saya selalu memesan donburi atau 丼 (diucapkan “domburi”). Donburi adalah genre makanan Jepang yang berupa nasi putih disajikan pada mangkok dengan taburan ikan, daging, sayuran, telur, atau apa saja. Ada jenis donburi yang disajikan kering–kemudian boleh diberi shoyu–atau ada pula yang disajikan dengan saos dashi yang diberi aroma mirin dan shoyu. Saos tersebut berbeda kepekatan dan rasanya menurut musim dan daerahnya. Misalnya, di wilayah Jepang barat biasanya rasa sausnya lebih kuat dan warnanya pekat.

donburi.jpgKata donburi semula merujuk pada mangkok tempat makanan. Namun, dalam perkembangannya, istilah itu digunakan untuk genre makanan seperti yang saya sebutkan di atas. Pada gambar dalam posting saya kali ini, ada contoh donburi. Penamaan donburi memang arbitrer alias manasuka, tergantung restoran atau warungnya. Yah, mirip di Indonesia, misalnya nasi goreng maling (karena yang berjualan keliling malam-malam berbarengan dengan maling beroperasi), donburi dalam foto saya itu bernama sansokudon (san ‘tiga’; soku ‘warna’; don ‘nasi’) karena ada tiga warna merah, jingga dan putih.

Meskipun begitu, ada juga donburi klasik yang penamaannya sama di mana pun. Misalnya, katsudon (nasi dengan taburan daging babi goreng), unadon (nasi dengan taburan “belut” unagi), negitorodon (nasi dengan taburan daging “tuna” maguro dan daun bawang), gyudon (nasi dengan taburan semur daging sapi), oyakodon (nasi dengan taburan ayam, telur, dan saus dashi), kaisendon (nasi dengan taburan seafood), tekkadon (nasi dengan taburan sashimi tuna dan saus jeruk), tenshindon (nasi disajikan dengan omelet kepiting a la Tianjin, Cina) dan tendon (nasi disajikan dengan tempura). Nah, makan donburi yuuk!!!


(mataponsel–image captured by Nokia N73 with 3.15 MP built-in camera and Carl Zeiss optical lens)

 

Advertisements

1 thought on “Menu makan siang hari ini: Donburi”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s