Belajar alfabet dan angka (lagi), yuk!

Sobat saya, Totok, pernah menulis posting tentang ‘Kepleset Tangan’. Intinya menyoal salah tulis akibat ‘kemiripan atau kesamaan bunyi’ pada dua kata yang tulisan dan maknanya berbeda. Ia menampilkan foto poster reklame bertuliskan huruf kanji disertai alfabet terbaca “Maid in Japan” yang maksudnya adalah “Made in Japan” alias produksi Jepang. Dalam posting tersebut Totok menantang saya untuk bisa menemukan hal serupa di Indonesia. Awalnya terus terang saya kebingungan. Tapi nggak lama kok. Akhirnya saya temukan juga jawabannya (karena pada kenyataannya cukup mudah mencari ‘cacat-cacat’ seperti itu di sini!).

Nah, Tok, lihat foto di bawah ini? Bagaimana ‘membaca’ pelat nomor mobil ini? Pastinya sampean tahu kalau huruf ‘O’ dicoret itu artinya angka nol, kosong, nil. Kesimpulannya? Mungkin pembuat pelat nomor polisi ini tidak pernah menggunakan mesin ketik. Kalau pernah, jelas dia, atau mungkin mereka, pasti tidak akan membuat kekeliruan seperti ini.

Kelihatannya ini soal sepele. Tapi bisa jadi justru ini yang jadi penyebab macetnya jalan-jalan di kota besar kita. Analoginya, kalau huruf dan angka saja bisa keliru, jangan-jangan para pengendara juga salah memaknai rambu-rambu lalu-lintas. Soalnya, saya cukup sering menyaksikan pengendara kendaraan bermotor (terutama motor dan metro mini) yang justru makin gila memacu kendaraan mereka saat mendekati lampu lalu-lintas yang akan berubah merah.

Mungkin juga kekeliruan ini yang jadi penyebab banyaknya bencana transportasi di Indonesia. Bayangkan, jika korban bermaksud meminta bantuan dengan menulis ‘SOS’ (Save Our Soul) tapi yang terkirim malah ‘S0S’ (Save Nil Soul) yang dipahami oleh penerima pesan sebagai ‘tidak ada jiwa yang perlu diselamatkan’. Atau kode biner (binary code) yang seharusnya terdiri atas angka ‘1’ dan ‘0”, malah jadi nggak karuan lantaran terbaca menjadi ‘satu O’.

Lebih jauh lagi, bagaimana kalau urusan huruf ‘O’ dan angka ‘0’ ini sampai pada hitung-hitungan ekonomi seperti pemasukan dan pengeluaran kas negara? Nah, sampai sini, mungkin Anda jadi mafhum kan sekarang mengapa neraca perdagangan kita lebih banyak defisitnya ketimbang surplusnya? Jangan-jangan ini karena para ekonom kita juga tidak bisa membedakan antara ‘nol’ dan huruf ‘O’!

Mungkin progam Kejar Paket A perlu digalakkan lagi ya, Tok? Bagaimana menurut sampean?


(mataponsel–image captured by Nokia 6300 with 2 MP built-in camera)

Advertisements

Author: Tahmid Firdaus

Just a regular guy, trying to reveal the multi-layered secrets of life lying scattered before his paths. A simple guy who learns to write and writes to learn.

1 thought on “Belajar alfabet dan angka (lagi), yuk!”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s