Omawari-san: Polisi Komunitas, Komunitas Polisi

Setahun silam, kebetulan sekali saya pernah diminta oleh seorang penerjemah Jepang untuk membantu mengedit tulisannya dalam bahasa Indonesia tentang sistem kepolisian di Jepang. Ternyata, tidak sia-sia karena saya jadi tahu tentang sistem kepolisian di Jepang. Nah, ada satu hal yang menarik hati saya, yakni sistem polisi komunitas di Jepang. 

koban.jpgKepolisian Komunitas sebenarnya intinya adalah konsep untuk memberikan rasa nyaman dan aman kepada lingkungan masyarakat dengan aktivitas kepolisian yang nyata di dalam lingkungan yang bersangkutan. Unsur terpenting dalam mewujudkan konsep tersebut adalah koban (交番) atau chuzaisho (駐在所). Koban adalah pos polisi (police box) seperti yang ada di dalam gambar di sebelah ini. Ternyata, sejarah koban ini cukup panjang karena sudah ada sejak zaman Meiji, yakni setelah Kepolisian Metro Tokyo diresmikan pada 1874. Dahulu hanya seorang polisi ditempatkan di koban untuk mengawasi dan menjaga keamanan wilayah tugasnya. Karena sukses, Pemerintah Meiji memerintahkan kepolisian wilayah lain membangun pos polisi chuzaisho untuk meniru konsep koban. Jadi, koban biasanya identik dengan pos polisi di kota besar, sementara chuzaisho identik dengan desa, pantai, dan sebagainya.

Dalam perkembangannya, koban modern bukan hanya pos polisi secara bangunan fisik, melainkan juga sebuah konsep kegiatan kepolisian. Jika sebelumnya hanya ditempatkan seorang polisi secara bergantian, kini di koban atau chuzaisho modern ditempatkan beberapa orang petugas: seorang polisi yang tinggal menetap di wilayah tugasnya bersama dengan keluarganya, dan petugas lain yang ditugaskan secara bergantian dari kepolisian wilayah yang membawahkan koban atau chuzaisho itu.

Lalu, apa kegiatan kepolisian di koban? Pertama adalah patroli. Polisi komunitas yang ditugaskan di koban biasanya melakukan kegiatan patroli naik sepeda atau jalan kaki, berbekal peta topografi, alat komunikasi radio,  namun tanpa senjata apa pun, termasuk pentungan. Mereka melihat-lihat lingkungan di wilayah tugas mereka, sambil mengawasi, kalau-kalau, ada yang mencurigakan. Tidak jarang mereka membantu orang yang tersesat jalan. Karena para petugas itu berjalan keliling untuk memberikan rasa aman, penduduk sering menyebutkan mereka omawari-san atau artinya ‘orang yang berkeliling atau ada di sekeliling’. Patroli tidak hanya dilakukan siang hari, tetapi juga pada dini hari. Saya tahu persis karena biasanya baru tidur tepat setelah para omawari-san itu berkeliling naik sepeda motor pada pukul dua sampai tiga pagi.

Kegiatan lain adalah kunjungan rutin tiap tahun ke rumah warga, pabrik, toko, atau kantor perusahaan di wilayah tugas. Mereka biasanya mengecek siapa saja yang tinggal di sana. Jadi, omawari-san diharuskan tidak hanya mengenal topografi wilayahnya, tetapi juga warganya. Kegiatan lainnya adalah penyebaran informasi kepada warga. Contohnya di tempat tinggal saya, omawari-san sering menyebarkan selebaran berisi informasi tentang kejadian kejahatan, orang-orang yang mencurigakan, sampai petunjuk untuk mencegah atau mengatasi kejahatan di lingkungan sekitar. Selain itu, omawari-san sering juga mengadakan kegiatan untuk anak-anak seperti belajar bersepeda secara aman, berolahraga, dan lain-lain. Bersama masyarakat sekitar, omawari-san membentuk lembaga seperti dewan kepolisian yang menjadi forum untuk berdiskusi dan bertukar pikiran tentang pengamanan lingkungan.

Nah, konsep bagus ini mudah-mudahan mulai diadopsi di Indonesia karena Kepolisian Singapura sudah lama menerapkannya. Ketika saya ke Jakarta tahun silam, di dekat rumah saya, dibangun satu dua pos polisi dengan konsep baru. Ada beberapa orang banpol dan seorang polisi atasan yang menempati kantor tersebut. Namun, saya tidak tahu apakah fungsi kemasyarakatan seperti yang dilakukan omawari-san di Jepang juga diadopsi. Setahu saya di Indonesia fungsi teritorial seperti ini justru dilakukan oleh angkatan darat dengan konsep babinsa atau bintara pembina desa.


(mataponsel–image captured by Nokia N73 with 3.15 MP built-in camera and Carl Zeiss optical lens)

 

Advertisements

One thought on “Omawari-san: Polisi Komunitas, Komunitas Polisi”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s