Akiba, Aya-Aya Wae

Akhir pekan seperti ini, mau pergi ke mana? Pertanyaan itu kembali muncul kalau sudah tiba hari Sabtu. Kebetulan sekali di wilayah Jakarta sedang akrab dengan hujan deras. Begitu juga Bandung; kota kembang itu juga disapa gerimis. Kebetulan sekali, entah memang sudah janjian atau tidak, wilayah sekitar Tokyo, termasuk Yokohama dan sekitarnya, tempat tinggal saya, juga sedang hujan selama dua hari dalam akhir pekan ini. Namun, perkara jalan-jalan kelihatannya tidak mengenal hujan, kecuali–tentu saja–kalau hujannya disertai badai sekelas Katrina.

Akhir pekan kali ini, saya ingin mengirimkan posting mengenai Akihabara. Kebetulan sekali saya baru ke sana dan menjepret sebuah fenomena yang muncul di sana. Nah, silakan lihat gambar yang saya kirimkan di bawah ini.

Dalam gambar di sebelah ini terdapat pasangan yang mengenakan pakaian ala tokoh anime. Judul anime-nya, saya tanyakan kepada anak saya yang lebih piawai soal anime dan manga, adalah rakisuta (らき☆すた)–bentuk padanan bunyi dari lucky star dalam bahasa Inggris. Rakisuta mengisahkan empat remaja pelajar di sekolah yang bernama Ryoo. Wanita berambut panjang ungu dan memakai pakaian seragam chugakko atau SMP di dalam gambar di atas adalah Kagami Hiiragi. Sementara, temannya yang berambut pendek adalah Tsukasa Hiiragi. Sebenarnya, Tsukasa adalah gadis berbadan slim, namun di dalam gambar di bawah ini berbadan gemuk–kebetulan pula diperankan oleh laki-laki (Aya-aya wae!).

lucky-star.jpgSelama ini, Harajuku (nama sebuah tempat di distrik Shibuya, Tokyo) terkenal sebagai tempat anak-anak muda berpakaian aneh, termasuk memerankan tokoh anime atau manga, untuk mengekspresikan diri mereka. Belakangan ini, akihabara (biasa disingkat akiba) yang semula hanya terkenal karena deretan toko elektronik, kamera, dan–belasan tahun belakangan ini–toko manga, game dan anime, mulai menampakkan karakternya secara lebih nyata sebagai kota komunitas tertentu: otaku. Adanya deretan toko manga, anime dan game membuat Akiba menjadi kiblat bagi para otaku. Otaku  (お宅) semula adalah berarti ‘tempat tinggal’ atau ‘anggota keluarga’, namun dalam penggunaannya pada bahasa slank Jepang–dipopulerkan oleh Akio Masanori–otaku menjadi istilah yang merujuk pada pecandu sesuatu, khususnya tema, topik, tokoh, atau hobi tertentu.

Jika dahulu para otaku hanya bisa menemukan tokoh idolanya dalam komik, game atau film kartun yang dapat mereka lihat atau beli di deretan pertokoan di Akiba, kini tokoh itu “muncul” secara fisik. Kemunculan itu terjadi karena mulai mantapnya komunitas otaku di Akiba sehingga beberapa di antaranya mulai mengekspresikan dirinya dalam bentuk berbusana ala tokoh idolanya. Nah, jadi, kalau enggak ada acara, kenapa tidak pergi ke Akiba di akhir pekan? Sambil cari kamera digital atau PC, kalau beruntung bisa juga bertemu naruto, precure (プリキュア), atau doraemon. Yuk!   


(mataponsel–image captured by Nokia N73 with 3.15 MP built-in camera and Carl Zeiss optical lens)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s