Genre Iklan Bisu

Sore ini, dalam perjalanan pulang naik kereta listrik Tokyu-Toyoko line–lagi-lagi kereta, karena saya memang tidak punya mobil–perhatian saya tertumbuk pada layar monitor di atas pintu gerbong. Iseng-iseng saya rogoh ponsel dan ambil gambar layar monitor yang sebenarnya hampir tiap hari saya lihat itu.

iklan-kereta.jpgSilakan lihat gambar yang terpampang di samping ini. Di atas pintu gerbong itu terdapat layar monitor yang menampilkan gambar seorang perempuan. Jangan salah, perempuan itu bukan sedang memeragakan prosedur keselamatan perjalanan, seperti yang dilakukan awak kabin yang memeragakan alat keselamatan penerbangan melalui video sebelum pesawat lepas landas, melainkan sedang mempromosikan sesuatu.

Iklan dalam kereta (IDK) memang mengalami “revolusi besar” sejak gerbong kereta biasa atau MRT (mass rapid train) dipasangi monitor. Jika sebelum hanya disampaikan melalui pamflet, poster atau stiker, kini iklan bisa juga dilakukan melalui tayangan bergerak. Sebenarnya, modus seperti ini sudah lama dilakukan pada kereta spesial dengan perjalanan panjang, misalnya shinkansen atau argo lawu. Namun, berbeda dengan tayangan di kereta spesial, tayangan di kereta biasa ini ternyata “bisu”. Jadi, kalau ada genre dalam iklan, IDK di kereta biasa bisa dikategorikan ke dalam genre iklan bisu (ada enggak ya, Uz?). 

Lalu, mengapa IDK di kereta biasa harus dibuat bisu? Jawabannya mungkin karena kondisi MRT berbeda dengan kereta spesial. Hiruk pikuk orang yang lalu lalang dan naik turun begitu sering, sehingga iklan bersuara akan menambah keingarbingaran yang akhirnya bermuara pada ketidaknyamanan penumpang. Karena IDK untuk MRT harus “bisu”, si pembuat iklan harus jeli. Kebanyakan iklan yang ditampilkan cukup menarik dan viewer-friendly (akrab dengan pemirsa). Misalnya, di Jepang, iklan jenis ini biasanya berbentuk kuiz atau teka-teki karena orang Jepang suka dengan kuiz atau teka-teki. Teknik penyajian dan pembuatannya pun berbeda dengan iklan televisi biasa. Tentu lebih sulit dan rumit daripada iklan televisi yang bersuara.

Salah satu iklan yang menarik hati saya–seperti yang ada di dalam gambar–adalah iklan 1 Minute English! yang mempromosikan lembaga kursus bahasa Inggris skala internasional–Berlitz. Menarik hati karena selain Ms. Joanna Muraishi, host-nya, cantik, materinya pun menarik, informatif, dan mudah dimengerti. Lalu, tiap hari Rabu seminggu sekali, iklan tersebut diperbarui. Meskipun tanpa suara, iklan tersebut cukup efektif bagi para penumpang yang tak punya waktu banyak.


(mataponsel–image captured by Nokia N73 with 3.15 MP built-in camera and Carl Zeiss optical lens)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s