Sol Sepatu, Riwayatmu Kini…

Sol Sepatu Lihat foto di sebelah? Mungkin remaja-remaja sekarang (yang lahir tahun 90-an) sudah sulit menebak apa profesi Bapak Tua di sebelah ini. Saya menjumpai beliau secara tidak sengaja ketika sedang mengantar istri ke ATM. Saat menunggu di dalam mobil di area parkir, mata saya menemukan si Bapak tengah bekerja di bawah pohon rindang yang tumbuh di dekat tempat parkir mobil.

Saya tidak tahu seketika itu ada perasaan aneh menjalar di dalam hati. Seperti kangen, senang, dan trenyuh. Sudah lama sekali saya tidak melihat tukang sol sepatu. Lama sekali. Ketika saya masih kuliah pun rasanya sudah jarang bertemu orang memikul kotak dengan teriakan “Spatu….!” Teriakannya begitu khas. Tinggi dan melengking dengan intonasi mendaki di ujungnya.

Kebetulan saat itu saya mengenakan sendal ‘Bandol’ favorit saya. ‘Bandol’ itu kependekan dari ‘ban bodol’. Ya, sendal saya memang dibuat dari karet ban daur-ulang. Mungkin akibat pemakaian yang ‘abusive’, salah satu pakunya mencuat hingga kurang nyaman dipakai. Nah, saya minta Bapak Tua memperbaikinya.

Dengan cekatan dia bekerja. Mencungkil paku, mengelem bagian yang lepas, lantas memaku dengan paku baru. Terlihat sekali dia sangat terampil. Sambil melihatnya bekerja saya melakukan sedikit ‘interview’. Ternyata rumahnya di dekat-dekat situ. Menurut pengakuannya, ia sudah lama menggeluti profesi tukang sol sepatu. Melihat dari jarak dekat, saya baru sadar Si Bapak Tua ini… ternyata memang sudah tua sekali. Saya menduga setengah umur hidupnya sudah dihabiskan sebagai tukang sol sepatu.

Tak sampai sepuluh menit ‘bandol’ saya kelar. Kerjanya rapih dan baik sekali. Waktu saya tanya berapa saya harus membayar, beliau cuma bilang, “Terserah deh Dik, serelanya”.

Entah kenapa hati saya jadi tambah trenyuh…


(mataponsel–image captured by Nokia 7610 with 1 MP built-in camera)

Advertisements

Author: Tahmid Firdaus

Just a regular guy, trying to reveal the multi-layered secrets of life lying scattered before his paths. A simple guy who learns to write and writes to learn.

3 thoughts on “Sol Sepatu, Riwayatmu Kini…”

  1. Hiks…td udah nulis komen panjang lebar, tnyt gak bs ke-submit, so i have to rewrite it all over again. Hal-hal seperti ini yang penting banget untuk kita sadari, mas. kadang kita terlalu sibuk sehingga tidak menyadari atau kurang peduli terhadap hal-hal sederhana yang terjadi di sekitar kita. Melihat perbedaan orang-orang akan menyadarkan kita betapa indahnya hidup kita. Hal seperti ini harusnya mengajarkan kita lebih menghargai sesama. Bahwa sebenernya manusia itu punya peranan masing2 dalam hidup ini, kalau gak ada tukang sol sepatu kita juga repot, kan? Maybe people should stop walking and driving in high speed pitch, take a moment to look aroud and feel the value of life.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s