Naik gerbong yang mana?

Ketika kuliah di Depok, dari Stasiun Cawang atau Tebet, kadang-kadang saya naik KRL Jabotabek. Karena berlawanan arah, saya hanya bisa membayangkan kesesakan penumpang pada kereta jalur ke arah Jakarta. Namun, sekarang saya bisa merasakannya sendiri meskipun kondisinya sangat berbeda: keretanya bersih, gerbongnya berpendingin atau berpemanas (tergantung musimnya), dan orang-orangnya bau wangi dan sebagian fashionista. Hanya saja berjubelnya tetap sama.

Kereta ke arah Tokyo memang terkenal padat pada jam sibuk atau rush hour, terutama pada pagi hari antara jam 7 sampai dengan jam 9. Berjubelnya, bahkan, kadang-kadang melebihi kereta Jabotabek. Nah, dalam perjalanan ke Tokyo pagi ini, di tengah impitan manusia, saya melihat ada yang menarik. Saya melihat sebuah poster layanan masyarakat yang dibuat oleh perusahaan kereta yang saya tumpangi. Poster itu terpampang di dekat pintu, tak jauh dari tempat saya berdiri.

statistik-penumpang-krl.jpgYang menarik pada poster itu bukan gambar maupun desainnya, melainkan informasinya. Di dalamnya ada informasi mengenai survei yang dilakukan perusahaan mengenai perilaku penumpang kereta api pada rush hour. Ternyata, penumpang pada jam sibuk lebih suka naik gerbong 4, 6, 7 dan 8. Gerbong lainnya lebih sedikit; apalagi yang posisinya di ujung: gerbong 1 dan 10. Mengapa demikian? Tata letak pintu menuju peron di stasiun-stasiun sekitar Tokyo umumnya terletak pada posisi gerbong 4 dan 7. Jadi, maklumlah kalau yang penuh adalah gerbong-gerbong tersebut. Informasi itu dimaksudkan sebagai guide untuk penumpang. Ini menunjukkan betapa pedulinya perusahaan kereta Jepang terhadap penumpangnya. Lain kali saya lebih baik mencari gerbong selain 4, 6, 7, dan 8. Jadi, nggak usah berjubel lagi kayak cendol. 


(mataponsel–image captured by SHARP 903SH with 3.12 MP built-in camera lens)

Advertisements

2 thoughts on “Naik gerbong yang mana?”

  1. Kenapa gerbong 5 tidak termasuk yang paling penuh ya? Padahal pasti letaknya di antara gerbong 4 dan 6, dan aksesnya mudah dari pintu peron.

  2. Itu juga menimbulkan pertanyaan buat saya. Namun, biasanya peron itu ada di lantai 2, atau sebaliknya lantai 1–tetapi lobby stasiun di lantai 2. Nah, untuk menuju peron biasanya tangga masuk itu menuju ke arah depan (gerbong 4) dan ke arah belakang (gerbong 7). Seperti biasa, orang biasanya cenderung mencari sesuatu yang ada di posisi depan (gerbong 4) daripada di belakang (gerbong 5). Baru sampai di situ dugaan saya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s