Kembang Kesabaran

Dulu, ada seorang guru SMA saya, sayang saya lupa namanya, berkata bahwa guru itu ada di mana-mana. Kalau kita mau membuka mata sedikit lebih lebar, kita dengan mudah menjumpai mereka. Mereka itulah ‘guru-guru kehidupan’, begitu katanya. Waktu itu saya menanggapi dengan mata setengah mengantuk dan komentar dalam hati “Ah, klise…!”. Hingga beberapa minggu lalu saya menemukan makna perkataan beliau dalam kejadian sebenarnya.

Di rumah saya ada bibik yang suka membantu mebereskan pekerjaan di rumah, kami memanggilnya Mpok Iyok. Ia sudah ikut bersama saya selama hampir 15 tahun, semenjak saya masih kuliah. Bersama beberapa teman kami mengontrak rumah dan di situlah saya pertama kali mengenalnya. Menurut saya ia wanita yang kuat, fisik dan mentalnya, lugu, dan sederhana.

Singkatnya, pada suatu hari saya mendapati ia tengah sibuk menanam beberapa tangkai bunga hias yang dibawa istri saya dari pesta pernikahan kerabat kami beberapa hari lalu.  Bunga dan daunnya tampak sudah melayu, tapi Mpok dengan semangat menampung tanah dalam pot plastik lalu menanam tangkai-tangkai bunga itu. Melihat itu saya berujar kepadanya, “Pok, bunga itu nggak bakal numbuh kembang lagi!”. Saya menjelaskan bahwa bunga itu hanya akan berkembang sekali saja. Ia hanya tersenyum dan menjawab, “ Nggak pa-pa. Numbuh aja udah seneng saya.”

Hari-hari selanjutnya saya melihat Mpok selalu menyempatkan diri menyiram kembang itu. Tanpa pupuk. Cuma air keran. Saya hanya menggeleng-geleng sambil tersenyum melihatnya. Kadang disertai olok-olok bahwa biar ditimbun pupuk satu truk juga tidak bakal muncul bunganya!

Beberapa bulan berlalu. kembang-mpok.jpg
Saya pulang ke rumah dengan badan penat luar biasa. Saat meniti tangga masuk, saya menoleh dan tertegun melihat sesuatu. Pohon kesayangan Mpok Iyok berbunga! Dan bukan cuma satu tetapi 4 kuntum! Sementara di beberapa tangkai lain masih ada kuntum-kuntum yang siap mekar. Ternyata kesabaran Mpok Iyok selama ini berbuah juga. Saat itu saya teringat lagi perkataan guru SMA saya dan tersenyum menyadari bahwa Mpok Iyok telah menjadi salah satu ‘guru hidup’ saya …


(mataponsel–image captured by Nokia 7610 with 1 MP built-in camera lens)

Advertisements

Author: Tahmid Firdaus

Just a regular guy, trying to reveal the multi-layered secrets of life lying scattered before his paths. A simple guy who learns to write and writes to learn.

6 thoughts on “Kembang Kesabaran”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s