Selamat tahun baru 2012 buat para pembaca MataPonsel di manapun berada, semoga selalu semangat menulis dan membaca. Jika di 2011 yang lalu kontribusi artikel dariku sangat sedikit, semoga di tahun 2012 ini bisa ditingkatkan. Cukup itu saja salam pembuka dariku, di bawah ini aku akan berbagi kisah tentang Kawai.
Di akhir bulan Desember 2011 yang lalu aku ada kesempatan berkunjung ke Pontianak. Ada sedikit oleh-oleh cerita tentang buah “Durian Hutan” yang oleh masyarakat setempat disebut “Kawai”. Jadi inget bahasa Jepang, kawai itu artinya ‘cakep’, bukan?
Ukuran buah Kawain ini lebih kecil dari durian pada umumnya walau tampilannya sama persis, selain itu buah didalamnya juga berukuran kecil, hanya warna buahnya lebih “gonjreng” dari durian biasa yang berwarna krem pucat, isi buah Kawai berwarna oranye cerah.
Saat aku ingin membeli buah Kawai ini, hujan gerimis tiba-tiba turun, sang pedagang secara sigap segera menutup semua buah Kawai dengan terpal plastik. Aku bertanya kenapa harus ditutup, sedangkan buah durian biasa saja tidak perlu ditutup? Si pedagang menjelaskan jika terkena air hujan buah kawai ini akan menghitam kulitnya. Jadi jelek tampilannya walaupun buah di dalamnya tidak membusuk.
Harga sebuah Kawai cukup murah Rp.5.000,00 saja. Aku membeli satu untuk mencobanya. Saat aku rasakan buahnya, alamak! Nggak dua kali deh! Hehehehe…. Cukup sekali aku mencobanya. Mau tau rasanya?
Aneh. Itulah jawabanku. Perpaduan antara rasa durian mentah dan buah kesemek! Kalau ada pembaca mataponsel yang belum pernah merasakan buah kesemek, mungkin tidak bisa membayangkan rasanya, hehehe … Buah Kawai ini tidak meninggalkan effek bau durian ditangan.
Moral story “Tampilan yang menarik belum tentu enak rasanya”.
___________________________________________________________
(mataponsel–image captured by Blackberry 9300 with 2 MP built-in camera)



Piye mas Totok Kbare….? Salam buat keluarga di Jepang