Semula saya tidak pernah memperhatikan untuk apa sebenarnya tanda berbentuk segitiga terbalik di jendela pada bangunan-bangunan bertingkat di Jepang. Saya kira itu hanya sebuah tanda untuk menunjukkan arah bagi pembersih gedung tinggi untuk memasang sebuah alat atau tangga. Maklum saja, tanda seperti itu tidak ada di jenis rumah flat semacam rumah saya yang rata-rata hanya berlantai 2. Biasanya tanda segitiga merah terbalik itu ada di apartemen berlantai 3 atau lebih.
Saya baru sadar arti tanda tersebut ketika mengantar teman saya pindah ke sebuah apartemen baru di dekat rumah saya. Ketika diperhatikan dengan cermat ternyata tanda merah tersebut adalah stiker atau seal dari Dinas Pemadam Kebakaran kota setempat. Ada cap dinas kebakaran di balik stiker tersebut. Ternyata tanda segitiga merah tersebut merupakan petunjuk bagi petugas pemadam untuk masuk ketika sedang terjadi kebakaran di gedung tinggi. Mereka bisa masuk ke dalam gedung dengan jalan memecahkan kaca jendela tersebut. Pemberian tanda tersebut juga tidak sembarangan, melainkan sudah memperhitungkan lay out bangunannya.

Jadi, ketika dalam keadaan darurat, petugas pemadam tidak perlu lagi bingung menentukan lewat pintu mana mereka harus masuk ke dalam gedung. Biasanya pada jendela dengan tanda segitiga tersebut tidak boleh diletakkan barang-barang mebel besar yang bisa menghalangi masuknya petugas pemadam dalam kondisi darurat. Ketika tahu arti tanda tersebut, saya menjadi kagum terhadap manajemen bencana yang diterapkan di Jepang. Mereka selalu menyiapkan diri sebelumnya karena bagaimana pun kapan terjadinya bencana tidak dapat ditebak.
(mataponsel–image captured by Nokia N73 with 3.15 MP built-in camera and Carl Zeiss optical lens)

memang Japanese itu detil ya Pak. satu catatan lagi tuk kita perhatikan kalo bisa mah diterapkan.. pasti angel banget..he he he
Betul, Mbak Fitri. Kadang2 yang kita enggak pikirkan, mereka sudah pikir dengan baik. Itulah yang bikin kita sering ketinggalan ya.