
Perhatikan foto di atas baik-baik. Ya, ini memang foto sebuah toilet. Ruang yang bisa jadi paling disebeli orang karena baunya yang kerap kurang sedap sekaligus dicari-cari mereka yang tiba-tiba terkena ‘panggilan alam’. Toilet ini berada di sebuah gedung yang cukup terkenal di Jl. Jendral Sudirman Jakarta. Entah kenapa saya merasa enggan menuliskan namanya. Ciri khas gedung ini adalah sepintas ia tampak memiliki sisik-sisik unik yang artistik di bagian eksteriornya.
(Meniru Tukul di ‘Empat Mata’) Kita kembali ke… toilet! Ada yang aneh? Rasanya tidak. Tapi coba liha di lantai kiri bawah toilet. Apakah itu? Itu adalah rak untuk tempat botol-botol, tepatnya ada 3 botol, yang berisi air. Untuk apa botol-botol tersebut? Percaya atau tidak, botol-botol itu untuk bilas sesudah pengguna toilet selesai menunaikan ‘hajat’nya. Siapa menyangka di era digital nan canggih ini ternyata masih ada bilas gaya ‘konvensional’ yang mungkin lebih sulit dilakukan di atas toilet seperti ini ketimbang di toilet jongkok. Lebih sulit karena kita harus menuang air di botol dengan hati-hati
Selain trik ekstra hati-hati saat bilas, kita juga harus ekstra toleran saat menggunakan toilet seperti ini. Makanya selain peringatan untuk mengangkat kembali dudukan toilet usai, ada juga peringatan untuk mengisi ulang air dalam botol supaya pengguna toilet berikutnya dapat menunaikan hajatnya dengan tenang dan nyaman. Yang jelas, saya sih cuma bisa tersenyum saja membayangkan seseorang keluar dari kamar toilet dengan langkah ‘aneh’ lantaran ada yang lupa mengisi ulang botol-botol tersebut!
Makanya kalau Anda tidak tega melihat pemandangan seperti itu, jangan lupa ‘re-fill’ ya!
(mataponsel–image captured by Nokia 7610 with 1 MP built-in camera)
